
Kalitengah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kalitengah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026 pukul 11.30 WIB ini bertempat di Balai Desa Kalitengah dan mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Pelatihan ini digagas oleh tim mahasiswa KKN UNNES sebagai upaya mengatasi persoalan limbah minyak goreng bekas atau jelantah yang selama ini kerap dibuang sembarangan oleh warga. Padahal, jika dibuang begitu saja, jelantah dapat mencemari saluran air dan tanah di lingkungan sekitar. Melalui program ini, mahasiswa ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa limbah rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomis apabila diolah dengan tepat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memandu ibu-ibu PKK secara bertahap, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah untuk menghilangkan kotoran dan bau, pencampuran dengan bahan pengeras lilin, hingga penambahan pewangi atau essential oil sebagai aroma terapi. Proses tersebut dikemas secara sederhana dan mudah dipraktikkan sehingga peserta dapat langsung memahami dan mempraktikkan sendiri di rumah masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Beberapa ibu PKK bahkan mengaku terkesan dengan hasil lilin yang dibuat dan menyatakan keinginan untuk membuatnya kembali di rumah. “Wangi lilinnya enak banget, pengin bikin lagi buat dipakai sendiri di rumah,” ujar salah satu peserta usai mencoba hasil karyanya. Tidak sedikit pula peserta yang berinisiatif membawa pulang sisa bahan-bahan pelatihan untuk langsung dipraktikkan secara mandiri, sebagai bentuk semangat belajar yang tinggi dari ibu-ibu PKK Desa Kalitengah.
Bahkan, antusiasme tersebut berlanjut hingga muncul permintaan dari beberapa warga agar tim mahasiswa KKN bersedia turun langsung ke PKK tingkat RT untuk mengadakan praktik pembuatan lilin aromaterapi kembali, sehingga warga yang belum sempat hadir di Balai Desa dapat turut merasakan dan mempelajari keterampilan tersebut. Permintaan ini menjadi indikator bahwa program yang dijalankan bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan benar-benar memberi dampak dan menumbuhkan minat wirausaha baru di kalangan ibu rumah tangga.
Kegiatan ini sejalan dengan sejumlah target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs, khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya daur ulang limbah rumah tangga, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dengan mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak, serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi lantaran keterampilan ini berpotensi menjadi peluang usaha rumahan bagi warga.
Selain itu, program ini turut mendukung SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan perempuan, khususnya ibu-ibu PKK, agar lebih mandiri secara ekonomi. Ketua tim KKN UNNES Desa Kalitengah berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan warga, program pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, melainkan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat Desa Kalitengah.
