Kalitengah, 03/07/2026 – Desa Kalitengah akan melaksanakan acara Ruwat Bumi. Ruwat bumi (atau ruwatan bumi) adalah tradisi adat masyarakat agraris di Indonesia yang diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, memohon keselamatan (tolak bala), serta penghormatan kepada para leluhur.

  • Asal Usul: Berasal dari kata “ruwat” (dalam bahasa Sunda dan Jawa), yang berarti mengumpulkan, memelihara, atau membebaskan dari marabahaya.
  • Rangkaian Acara: Diawali dengan mengumpulkan seluruh warga, menyiapkan sesaji/ambengan, melakukan Ziarah ke makam para tokoh penting di Desa, Membersihkan makam secara serentak, doa Bersama dan Tasyakuran makan Bersama, serta di akhiri dengan pagelaran wayang kulit sebagai puncak acara.
  • Puncak Acara: Puncak acara Ruwat Bumi Desa Kalitengah Adalah pagelaran wayang kulit (Ruwatan) yang pada akhirnya Adalah memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk memohon keselamatan (tolak bala), dan mendoakan supaya Hasil bumi terjaga dan panen melimpah. Setelah itu, warga akan melakukan tradisi ngereyah (berebut) hasil panen yang di siapkan pada acara ruwatan yang dipercaya akan membawa keberkahan dan kemakmuran.

Bpk. Satimin selaku Kepala Desa Kalitengah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kompak berpartisipasi seperti pada tahun tahun sebelumnya. Berbondong bondong datang ke Lapangan Desa Kalitengah pada saat acara Ruwatan Pagelaran Wayang kulit selama sehari semalam sesuai jadwal, dan juga serentak melaksanakan bersih bersih makam dan tasyakuran makan bersama pada Jum’at Kliwon, 17 Juli 2026.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *